Kumpulan harian · 05:30–22:00 A daily assembly · 05:30–22:00

Kopi adalah
alasan. Yang kumpul —
itulah rumah.

Coffee is the
pretext. The regulars —
they are the room.

Majelis — pertemuan, dewan, duduk bersama. Delapan wajah di dalam lingkaran ini datang setiap hari. Mereka tidak pernah kami pesan; mereka yang membentuk kami. Majelis — an assembly, a council, a sitting together. The eight faces in this circle arrive every day. We never ordered them; they shaped us.

08° LSS · 107° BT
7 hari/minggudays/wk
41 tempat dudukseats
5 tahunyears
01 / 08
Omah
"Saya datang karena tidak ada yang minta saya bicara."
Pensiunan guru · sejak 2019
02 · Kata MerekaTheir Words

Tidak kami tanya. Mereka jawab.

We did not ask. They answered.

Pelanggan setia kami berbicara tentang tempat ini lebih baik dari iklan yang bisa kami beli. Kami kumpulkan pada Minggu, April 2026. Our regulars speak about this place better than any ad could. Collected over a Sunday in April 2026.

"

Saya datang ke sini tujuh tahun. Saya tidak pernah pesan apa-apa. Mereka sudah tahu. Seven years now. I have never ordered anything. They already know.

O
Omah · 68 · pensiunan gururetired teacher
"

Di rumah saya ada anak. Di sini ada diam. At home there are children. Here there is silence.

R
Rahman · 44 · tukang kayucarpenter
"

Kami bukan pelanggan. Kami warga. We are not customers. We are residents.

S
Salma · 31 · arsitekarchitect
"

Pertama kali datang saya sendirian. Dua minggu kemudian saya kenal sebelas orang. Saya tidak pernah minta itu terjadi. The first time I came I was alone. Two weeks later I knew eleven people. I never asked for that to happen.

D
Dimas · 27 · penulis lepasfreelance writer
"

Sebelum Majelis, saya pikir kopi adalah minuman. Sekarang saya tahu kopi adalah alasan duduk. Before Majelis I thought coffee was a drink. Now I know coffee is an excuse to sit.

I
Ibu Lin · 59 · pemilik toko batikbatik shop owner
"

Anak saya belajar membaca di meja sudut. Sekarang dia kuliah ekonomi. My son learned to read at the corner table. He is studying economics now.

P
Pak Adhi · 52 · sopir daringride-share driver
03 · Ritual PagiMorning Ritual

Bagaimana hari itu dimulai.

How the day begins.

Bukan resep, bukan brew guide. Ini ritme yang kami — dan mereka — pegang sejak 2019. Tanpa alarm. Tanpa aturan tertulis. Not a recipe, not a brew guide. This is the rhythm we — and they — have kept since 2019. No alarms. No written rules.

  1. 05:28

    Pintu terbuka tanpa bunyi

    The door opens without a sound

    Kunci masuk, lampu empat — bukan enam. Cahaya pagi cukup. Ibu Lin masuk pertama, tiga menit sebelum jadwal, membawa koran. Key goes in, four lights — not six. The morning does the rest. Ibu Lin arrives first, three minutes before opening, carrying the paper.

  2. 05:42

    Air mendidih. Tidak dibicarakan.

    The water boils. Nobody speaks of it.

    Gilingan manual, satu putaran tiga detik. Omah tahu ini. Dia yang menghitung sejak 2020. Manual grinder, one rotation every three seconds. Omah knows this. She has been counting since 2020.

  3. 06:00

    Kopi pertama keluar

    The first cup leaves the counter

    Tubruk. Tanpa gula. Untuk Pak Adhi, yang pulang dari shift malam. Dia tidak pernah minta. Kami tidak pernah tanya. Tubruk. No sugar. For Pak Adhi, just off night shift. He never orders. We never ask.

  4. 07:15

    Meja sudut terisi

    The corner table fills up

    Tiga orang, sama setiap hari. Mereka tidak membicarakan pekerjaan. Mereka membicarakan tanaman. Three people, the same three, every day. They don't discuss work. They discuss plants.

  5. 10:40

    Diam terjadi sendiri

    A silence falls on its own

    Kami tidak pernah memutar musik jam sepuluh empat puluh. Mereka akan tahu jika kami melanggar. We never play music at ten-forty. They would notice if we broke it.

  6. 13:02

    Telepon Ibu Lin berdering

    Ibu Lin's phone rings

    Cucunya. Setiap hari. Kami pelankan suara mesin espresso sampai panggilan selesai. Her granddaughter. Every day. We lower the espresso machine until the call ends.

04 · Ruang KumpulThe Room

Empat dinding. Sebelas meja.

Four walls. Eleven tables.

Ruangan ini tidak dirancang oleh arsitek. Ia dibangun oleh siapa yang duduk di mana, lebih sering. The room was not designed by an architect. It was shaped by who sat where, more often.

meja sudut · 05:30–
01 · Meja Sudut
02 · Counter
03 · Jendela
04 · Cangkir Harian
Omah, 07:14
05 · Pelanggan Setia
06 · Ruang Baca
SIMPAN— kebiasaan
07 · Arsip
05 · Kalender Minggu IniThis Week

Apa yang terjadi di dalam.

What happens inside.

Tanpa tiket, tanpa RSVP. Datang. Duduk. Kalau mau diam, diam. Kalau mau bicara, ada yang mendengar. No tickets, no RSVP. Arrive. Sit. If you want silence, stay silent. If you want to speak, someone is listening.

Sen · 20Mon · 20

Pagi TenangQuiet Morning

05:30—10:00 · tanpa musikno music
Sel · 21Tue · 21

Sesi Puisi TerbukaOpen Poetry

19:00—21:00 · bawa milikmubring your own
Rab · 22Wed · 22

Belajar Bahasa SundaSundanese Class

18:30 · Pak Adhimengajarteaches
Kam · 23Thu · 23

· hari biasa ·· ordinary day ·

05:30—22:00
Jum · 24Fri · 24

Musik AkustikAcoustic Night

20:00 · Dimas + tamuDimas + guest
Sab · 25Sat · 25

Ngobrol PagiMorning Talk

08:00 · ekonomi lokallocal economy
Min · 26Sun · 26

· keluarga ·· family day ·

06:00—21:00
06 · Editorial

Alasan kami tidak iklan.

Why we never advertise.

Ditulis April 2026, setelah lima tahun, oleh pemilik yang bertanya kenapa kami masih ada. Written April 2026, after five years, by the owner asking why we are still here.

Catatan PemilikOwner's Note

Kami tidak pernah pasang iklan. Kami takut orang yang datang karena iklan, akan pergi ketika iklan berhenti.We never ran an ad. We were afraid that people who came because of the ad would leave when the ad stopped.

Tahun pertama, kami hampir tutup dua kali. Sewa naik, tamu turun, saya marah pada semua orang termasuk diri sendiri. Tapi ada satu meja — meja sudut — yang tidak pernah kosong. Setiap pagi, tiga orang yang sama, duduk di tempat yang sama. Mereka tidak tahu kami hampir tutup. Mereka hanya datang.

The first year, we almost closed twice. Rent rose, guests fell, I was angry at everyone including myself. But there was one table — the corner — that was never empty. Every morning, the same three people, the same seats. They did not know we were almost closing. They just came.

Saya mengerti saat itu: kami tidak berjualan kopi. Kami menjaga kursi untuk orang yang tidak ingin duduk di rumah.— April 2021, di sebuah tisu
I understood then: we are not selling coffee. We are holding chairs for people who do not want to sit at home.— April 2021, on a napkin

Sejak itu iklan tidak pernah masuk anggaran. Bukan karena prinsip — karena tidak perlu. Tempat duduk selalu terisi oleh orang yang sudah pernah duduk. Dan mereka, dengan cara mereka sendiri, membawa yang baru.

Advertising has never been in the budget since. Not from principle — from sufficiency. The seats fill with people who have sat before. And they, in their own way, bring new ones.

Lima tahun kemudian, saya masih bertanya: apa yang kami bangun? Kadang saya pikir kami bukan kafe. Kami tempat tunggu. Bukan untuk kereta, bukan untuk pesawat — untuk hidup yang sedang tidak terjadi di rumah.

Five years later, I still ask: what did we build? Sometimes I think we are not a cafe. We are a waiting room. Not for a train, not for a plane — for the part of life that is not happening at home.

07 · KunjungiVisit

Kursi menunggu.

The chair is waiting.

AlamatAddress

Jalan Citarum No. 14
Cihapit · Bandung Wetan
Bandung 40114 · Jawa Barat

Tel(022) 421 8877 KendaraanParkingMotor sajaMotorbike only Wi-FiAda — kata sandi dicetak di gelasYes — password printed on cup AnakKidsSelamat datangWelcome Instagram@majeliskopi
08 · Halaman KeluargaFamily Page

Tiga cara tinggal.

Three ways to stay.

Bukan langganan kopi. Ini cara orang jauh tetap dekat dengan meja ini. Not a coffee subscription. A way for people who live far away to stay close to this table.

Kursi

teman biasaregular

Rp180.000/ bulan/ month

  • 1 cangkir/hari selama 30 hari1 cup/day for 30 days
  • Nama tertulis di dinding tamuYour name on the guest wall
  • Akses agenda minggu sebelum umumEarly access to weekly schedule
Ambil KursiTake a Seat

Meja Sudut

paling banyak diambilmost common

Rp420.000/ bulan · tanpa kontrak/ month · no contract

  • Kopi tanpa batas, 7 hari/mingguUnlimited coffee, 7 days/week
  • Satu tamu semingguOne guest per week
  • Buletin bulanan (pos, bukan email)Monthly letter — by post, not email
  • Undangan ke pesta tahunan (Desember)Invite to December gathering
TinggalStay

Titipan

untuk yang jauhfor those far away

Rp1.200.000/ tahun · dikirim bulanan/ year · mailed monthly

  • 200g kopi tiap bulan · tubruk grind200g coffee monthly · tubruk grind
  • Foto pelanggan yang duduk di kursimuA photo of the regular sitting in your seat
  • Catatan tangan dari RaniHandwritten note from Rani
TitipkanEntrust